Pekat Seperti Kopi Hitam
Air mata di tahun 2020 yang jatuh entah karena alasan apa. Mengabaikan proposal penelitian dan opini, merangkai kata sembari mendengarkan spotify. Sepertinya kita butuh untuk jujur dengan diri sendiri. Berhenti berlagak seperti baik-baik saja namun sesungguhnya sedang tidak baik-baik saja. Bercerita dalam diam dengan langit malam, mengabaikan pikiran yang sedang carut marut. Kita butuh untuk tidak baik-baik saja hanya untuk mengadu pada langit yang kelam. Kita butuh istirahat sejenak untuk melanjutkan setengah perjalanan yang ada. Tidak mengapa patah untuk kemudian bangkit kembali. Tidak mengapa sakit untuk kemudian sembuh kembali. Semua butuh jeda untuk melanjutkan spasi yang terhenti. Seperti aku yang apatis namun tersadar ada banyak perhatian yang diberikan namun sering ku sia-siakan. Mereka bilang, “Nun, pikiranmu rumit begitupun hidupmu...