Posts

Showing posts from January, 2019

Dialog Sore

Sore itu matahari bersembunyi dibalik awan kelabu. Tidak terlalu nampak. Aku memasuki sebuah ruangan dengan nuansa krem pada dinding tembok serta terdapat beberapa tulisan didalamnya. Aku mendapati sosok lelaki menggunakan celana jeans coklat muda dan baju kaos lengan panjang tengah berbincang sambil sesekali tertawa. Aku lantas masuk dan mengambil tempat duduk dihadapannya. Wajahnya familiar, ah aku ingat! Itu adalah pertemuan kedua kami. Aku tersenyum kepadanya sebagai bentuk sapaan. Lalu dia mulai membuka obrolan. Dia bertanya mengenai namaku dan kami berbincang-bincang ringan. Wajahnya tidak terlalu bulat juga tidak tirus, kulitnya putih pasi, rambut lebat hingga menutupi keningnya serta alis rapi yang membingkai kedua mata sayunya.  Perhatianku diambil alih oleh banyaknya novel yang berserakan di atas  karpet. Rupanya, itu miliknya. Aku mengambil satu karya novel Pram yang berjudul Bumi Manusia. Novel itu sudah lama ingin kubaca. Aku mengambilnya dengan...