Beginning of 2021
First page in January 2021
Waktu bergulir begitupun tahun.
Tanpa dirasa 2020 kemarin berhasil dilalui dengan berbagai macam kejadian. Pandemi
Covid-19 menjadi sejarah baru dalam peradaban manusia. Menciptakan jarak, pola
hidup baru dan beradaptasi dengan gaya hidup sehat. Memaksa kita untuk sadar
bahwa apa yang menjadi resolusi di tahun 2020 kemarin tidak sepenuhnya berada
dalam kendali kita. Semesta punya jalan dan cerita sendiri terlepas dari
rencana yang telah dibuat. Siapa yang sangka, virus dengan ukuran mikro mampu
memporak-porandakan rencana yang sudah di susun sedemikian rupa, merampas
kehidupan orang terdekat dan terkasih serta menjadi momok yang menakutkan bagi
sebagian orang.
Rasanya seperti diberi jeda untuk
beristirahat. Online school, work from
home, etc. semua serba online. Menciptakan jarak agar
mengurangi laju pertumbuhan virus. Teknologi menjadi alat vital untuk tetap
menjalin komunikasi di luar sana. Lebih banyak merenung dan introspeksi diri di
rumah. Mungkin saja kita terlalu sibuk sehingga mengabaikan orang-orang
terkasih, nyatanya pandemi ini membuat kita menghabiskan waktu lebih bersama
keluarga. Pandemi ini lebih membuka mata kita terhadap sekitar.
2021. Orang-orang bilang ini adalah
tahun baru, lembaran baru, cerita baru serta perubahan baru. Bagiku semuanya
sama saja seperti tahun-tahun sebelumnya. Yang membedakan boleh jadi hanya
perihal angka yang berganti. Namun untuk menuju sebuah perubahan kita butuh
ditimpa dengan berbagai ujian. Toh, berkaca dari tahun kemarin most of us become “kaum rebahan” tanpa
memberi perubahan. Produktif namun rasanya menjadi kurang produktif. Tidak
beraktivitas di luar sana seperti yang seharusnya. Hanya menatap layar gawai,
komputer mengikuti webinar, kompetisi secara daring.
Kita tak bisa menebak ataupun
menduga kapan keadaan ini berakhir, walaupun berakhir semuanya tidak akan
benar-benar kembali normal seperti dulu. Untuk di tahun ini, aku enggan menaruh
banyak harap ataupun berekspektasi tinggi. Bukan berarti membuka lembaran tahun
ini dengan sikap pesimis. Aku realistis. Untuk hal-hal yang terjadi kedepannya
semoga berangsur membaik dan apa yang menjadi harapan semua umat bisa
terkabulkan.
Comments
Post a Comment