START IT NOW OR NEVER
Di penghujung tahun 2018 ini aku akan kembali menulis beberapa cerita setelah
vakum selama 6 tahun. Yang kuingat terakhir kali yakni aku menulis sebuah kisah
dalam blog tentang seorang remaja laki-laki berkacamata yang dulunya menjadi
sarang dari inspirasiku. Karenanya, aku mampu menulis sebuah cerita yang pada
akhirnya ku posting dalam sebuah
blog. Karenanya, aku belajar bagaimana menyikapi seseorang, menyikapi perasaan, menghargai tiap
momen dan waktu juga menjadi dewasa atas rasa sakit yang telah diberikan…
Aku
memutuskan kembali untuk menulis. Kenapa? Karena menulis adalah bagian dari
diriku. Meskipun kosa kataku minim, aku menulis. Meskipun bahasa Indonesiaku
buruk, aku menulis. Meskipun orang-orang menilai tulisanku tak layak baca, aku
menulis. Kenapa? Karena tulisan akan abadi. Kita tak perlu menjadi anak raja
untuk dihormati, pun tak perlu menjadi anak ulama besar untuk disegani. Cukup menjadi
seorang penulis, maka tulisan itulah yang akan menjadi sejarah pemikiran yang
terus diwarisi hingga beberapa generasi.
Dan
juga semua kisah akan berubah kenangan yang kemudian kenangan itu akan berubah
menjadi suatu pembelajaran. Aku banyak belajar dari kenangan tersebut. Untuk postingan
curhatan pertamaku kali ini, aku tak akan menulis banyak. Aku hanya ingin
kalian, yang entah singgah hanya untuk sekedar melihat-lihat atau bahkan
meluangkan waktu untuk membaca curhatan yang membosankan ini, hargailah tiap
waktu yang Tuhan beri. Jangan pernah sesali apa yang telah lalu. Seorang penulis
pernah mengatakan “Masa lalu ada untuk dijadikan sebagai pembelajaran”. Apapun itu
bahkan rasa sakit yang kau derita ataupun luka yang kau anggap kering namun
nyatanya sama sekali masih menganga, nikmatilah. Kelak dari rasa sakit itu kau
akan tuai sesuatu yang lebih indah
Yang
ku namakan sebuah kebahagiaan…

Mau bilang ngak like tapi like
ReplyDelete