Pulanglah, Aku Rindu

   
     Kembalilah ke kota ini. Banyak kisah yang ingin ku cerita. Tentangku, tanpamu. Ingin jumpa untuk  mempertemu  rindu. Sesaat setelah kau pergi kupikir akan baik-baik saja, namun aku keliru. Nyatanya rindu adalah perihal yang tidak bisa dianggap biasa. Sebab dirimu adalah sekeping hati yang sewaktu-waktu dapat membuat kehilangan pun menyempurnakan bagian yang lain. Karenamu aku paham bahwa kebersamaan adalah hal yang paling berharga.
   
     Pulanglah ke kota ini,
     Aku ingin bercerita banyak hal kepadamu. Dan bagian favoritku adalah ketika kau membiarkan kopi espressomu hangat sembari mendengarkanku berceloteh panjang. Tentang novel yang baru ku tamatkan hingga tentang film romansa yang menyentuh hati. Dan aku akan senang membiarkanmu melemparkan berbagai pertanyaan dan argumen sembari aku menyesapi secangkir kopi latte yang sudah ku pesan. Sesekali matamu menyipit dan gelak tawa keluar dari bibir manismu. Aku kadang heran ketika ekspresi wajahmu, utamanya alis tebal yang membingkai kedua bola matamu mengkerut heran. Bagiku itu lucu dan sangatlah menarik.
   
     Saat kopimu hampir tandas, kau melemparkan lelucon yang aneh namun membuatku berpikir keras berkali-kali lipat. Kau menanggapinya dengan tawa yang ringan. Terdengar indah di pendengaran.

     Sekali lagi aku ingin kau kembali ke kota ini,
Membantuku ketika mendapati kesulitan, menghiburku ketika masalah datang. Denganmu aku ingin menghabiskan tiap detik yang bergerak pada jarum jam. Denganmu semuanya menjadi ringan. Ada torehan senyum yang berhasil ku buat kala tingkah konyolmu menggelitik jiwa yang sedang marah.

     Harapku kau cepat kembali ke kota ini dengan selamat,
Sebab tiap doa yang kutitip pintaku hanya satu, yakni kau pulang dengan selamat dan aku menemukan rumah keduaku.

Comments

Popular posts from this blog

Semestaku

Dialog Sore

Kembali Untuk Pergi